Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts
Showing posts with label Artikel Islami. Show all posts

Thursday, 25 September 2014

KISAH PENUH HIKMAH

KISAH PENUH HIKMAH

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat E-4 All semuanya semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran kepada kita semua dalam beraktivitas. Amienn

Alhamdulillah setelah penantian yang panjang akhirnya blog ini bisa kembali muncul setelah di lock/gembok karena memiliki malware yang dianggap melanggar aturan.
  
“Bísmíllaahírrahmaanírrahím”

Dalam kesempatan yang berbahagia ini E-4 All akan sedikit berbagi tentang beberapa kisah penuh hikmah, semoga sahabat E-4 All bisa mengambil hikmah dari arikel yang E-4 All berikan. Setelah sebelumnya E-4 All menulis tentang Renungan untuk Kaum Muda dan artikel lainnya silahkan lihat daftar isi E-4all disini sekarang E-4 All akan berbagi tentang Kisah-Kisah Penuh Hikmah

Sahabat coba kita sedikit merenungkan kembali Al-Qur’an dan Hadits dibawah:

La In Syakartum La Aziidannakum Wa Lain Kafartum Inna ‘Adzaabi La Syadiid
Jika kamu bersyukur atas nikmat yang Ku-berikan kepadamu,
maka akan Aku tambah nikmat itu, tapi jika kamu mengingkarinya
(tidak mau bersyukur), maka ingatlah bahwa siksa-Ku sangatlah pedih.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda :
"Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan
tiga macam :
1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

Rasulullah S.A.W. "Mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir.
Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir.
Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas, Ia berlindung sejenak dibawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya."



Itulah sepenggal kutipan dari ebook Kisah Penuh Hikmah
Disusun Oleh : Edi S. Kurniawan
e-mail : Edieskurniawan@yahoo.com

Sahabat E-4 All yang ingin mengoleksi ebook lengkap dari Kisah Penuh Hikmah DOWNLOAD DISINI
Baca selengkapnya

Wednesday, 1 January 2014

PENDIDIKAN SEKS DALAM ISLAM

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat E-4 All semuanya semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kesehatan dan kelancaran kepada kita semua dalam beraktivitas. Amienn

Sahabat perlu kita ketahui sampai saat ini masalah seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Seperti yang pernah E-4 All bahasa sebelumnya mengenai "PENDIDIKAN SEKSUAL PADA REMAJA" 

Pada kesempatan kali ini E-4 All akan kembali mengulas tentang "PENDIDIKAN SEKSUAL"   namun dalam konteks ISLAM 

Adapun jima atau hubungan seksual, sungguh petunjuk beliau dalam masalah ini merupakan petunjuk yang paling sempurna. Dengan jima’, kesehatan akan terjaga, kelezatan dan keceriaan jiwa akan sempurna, dan akan tercapai semua maksud yang telah diletakkan karenanya/untuknya. Jima' atau hubungan seksual pada dasarnya diletakkan untuk tiga perkara yang merupakan tujuan asalnya:
untuk lebih jelasnya lihat aja E-book dibawah



Mudah-mudahan E-book tentang Pendidikan Seks dalam islam atau Tuntunan Nabi صلي الله عليه وسلم Dalam Jima’ bisa bermanfaat untuk semua. Amien

ingin mengoleksi Ebook di atas silahkan unduk disini
Baca selengkapnya
RENUNGAN UNTUK KAUM MUDA

RENUNGAN UNTUK KAUM MUDA

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat E-4 All yang budiman semoga Allah swt senantiasa merahmati dan selalu memberikan kelancaran dalam setiap aktivitas kita dan melindungi serta meridhoi semua gerak langkah kaki kita. Amieeeennnnn

Sahabat sebenarnya pemuda sangat berperan penting dalam sebuah urusan yang sangat besar, karena ditangan pemudalah baik dan buruknya suatu urusan, seperti yang di kutip oleh sebuah pepatah "Sesungguhnya hanya ditangan pemudalah urusan umat".

Sahabat mari kita luangkan waktu sejenak untuk merenungkan akan makna hidup yang sesungguhnya. 
coba anda simak sebuah karya dari "Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah"   
dengan judul buku : 5 MENIT SAJA !! Renungan Untuk Kaum Muda
Disalin dari: Tazkiah An-Nafs
Oleh: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Terjemah: Abu Umar Abdillah

Terbitan: At-Tibyan

beberapa kutipan kalimat dari buku tersebut
Bagaimana anda mencintai Allah sedang malam dan siang engkau menantang-Nya untuk berperang?
Bagaimana anda mencintai Allah sedang ber­ulang-ulang engkau mengundang kemurkaan-Nya dan mendurhakai-Nya?
Bagaimana anda mengaku cinta kepada Allah, sedang jalan menuju masjidpun engkau tak menge­tahuinya?
Bagaimana engkau mengaku mencintai Allah pa­dahal engkau mencintai musuh-musuh-Nya, mem­banggakan mereka, meniru, dan berangan-angan jika engkau bisa seperti mereka?
Bagaimana engkau mengaku mencintai Allah sedangkan engkau berlaku sombong terhadap wali-wali Allah (mukminin), menghinakan dan meleceh­kan mereka?
Bagaimana engkau mengaku mencintai Allah sedangkan engkau menyelisihi Rasulullah صلي الله عليه وسلم secara dhahir dan bathin? Padahal Allah Ta'ala berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." (QS Ali Imran 31)
Dimanakah bukti ittiba'mu kepada Rasulullah صلي الله عليه وسلم wahai anda yang mengaku cinta kepada Allah Ta'ala?
Engkau membangkang kepada-Nya
Lalu mengaku bahwa engkau cinta
Inilah pengakuan yang nyata dustanya
Jika benar engkau mencintai-Nya
Tentulah engkau mentaati-Nya
Karena seseorang akan taat kepada kekasihnya

itulah beberapa kutipan dari E-book "5 MENIT SAJA !! Renungan Untuk Kaum Muda" karangan dari "Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah"
ingin mengoleksi E-book "5 MENIT SAJA !! Renungan Untuk Kaum Muda" unduh disini 
Baca selengkapnya

Sunday, 3 March 2013

KECERDASAN IMAM SYAFI'I

KECERDASAN IMAM SYAFI'I

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat E-4 All Semuanya Semoga Allah Swt selalu memberikan kelancaran kepada kita semua dalam menjalankan segala aktivitas. Amiennnnn

Di masa pemerintahan Kekhilafahan Harun Ar-rasyid ada sekelompok orang yang iri dengan kecerdasan Imam Syafi’i. Mereka ingin mempermalukan dan memperolok-olok sang Imam di depan Harun Ar-rasyid. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada Imam Syafii.

Seseorang bertanya kepada Sang Imam “ Ada dua orang muslim berakal yang minum khamar. Salah satunya diganjar hukuman Hadd dicambuk sebanyak 80 kali . Tapi yang satunya tidak diapa-apakan. Mengapa bisa demikian ?” Tanya salah seorang di antara mereka pada Imam Syafii.

Kemudian Sang Imam menjawab “Salah seorang diantara mereka berdua itu sudah baligh (berakal) sehingga ia harus dihukum hadd. Sedangkan satunya Lagi belum baligh, sehingga ia tak diapa-apakan,” jawab Imam Syafii dengan mudah.

Orang yang kedua kemudian bertanya “Ada 5 orang menzinahi seorang wanita. Orang yang satu divonis hukuman mati. Orang yang satu lagi dirajam. Orang yang satu lagi dihukum hadd. Orang yang satu lagi dikenai setengah hukum hadd. Sedangkan orang yang satunya lagi dibebaskan. Kenapa bisa demikian ?”

Kemudian Sang Imam menjawab “Orang yang satu menghalalkan zina sehingga ia harus divonis murtad dan wajib dibunuh. Orang yang satu lagi muhshan (sudah menikah) sehingga ia harus dirajam. Orang yang satu lagi ghairu muhshan (belum menikah) sehingga ia harus dihukum hadd. Orang yang satu lagi seorang budak yang harus dihukum setengah hukum hadd. Sedangkan orang yang satunya lagi gila sehingga ia tak mendapat hukuman apapun,” papar Imam Syafii terhadap mereka.

Orang yang ketiga kemudian bertanya “Seorang laki-laki mengambil sebuah wadah air untuk minum. Namun ia hanya bisa meminum separuhnya yang halal sedangkan sisanya haram. Bagaimana ini bisa terjadi ?” Tanya mereka lagi.

Kemudian Sang Imam menjawab “Laki-laki itu telah meminum separuh air di wadah. Ketika mau meminum separuhnya lagi, ia mengalami mimisan sehingga darah menetes ke wadah itu bercampur dengan air. Sehingga, sisa air itu haram baginya,” jawab Imam Syafii.

Jawaban Imam Syafii terhadap penguji itu membuat sang khalifah tersenyum ceria seraya berkata,” Semoga Allah memperbanyak pada keluarga besarku orang sepertimu.”
Baca selengkapnya

Friday, 22 February 2013

Pemilik yang Sesungguhnya

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sahabat E-4 All Semuanya Semoga Allah Swt selalu memberikan kelancaran kepada kita semua dalam menjalankan segala aktivitas. Amiennnnn

Sahabat upaya untuk memiliki sesuatu seringkali membuat manusia berduka dan terluka. Orang-orang yang ingkar menghabiskan seluruh hidupnya untuk memiliki benda-benda duniawi. Mereka selalu berjuang agar dapat memiliki lebih serta menjadikan hal ini sebagai tujuan dalam hidupnya.

Akan tetapi, “… berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak…,” (al-Hadiid: 20) merupakan sebuah penipuan karena semua kemilikan di dunia dikuasai oleh Allah. Manusia hanya membodohi diri mereka sendiri dengan menyangka bahwa mereka memilikinya. Hal ini karena mereka tidak menciptakan yang mereka miliki dan mereka pun tidak memiliki kekuatan menjaga semuanya secara abadi. Ditambah lagi, mereka tidak dapat mencegah kerusakan yang terjadi. Juga, karena mereka tidak memiliki hak untuk “memiliki” sesuatu karena mereka termasuk “milik” dari pemilik yang lain.

Pemilik tertinggi ini tidak lain “Raja Manusia” (an-Naas: 2), yaitu Allah. Al-Qur`an memberitahu kita bahwa seluruh alam adalah milik Allah, “Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (Thaahaa: 6) Ayat yang lain memperkuat kepemilikan Allah, kekuatan mengampuni atau menghukum, “Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allahlah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Alah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (al-Maa`idah: 40)

Sebenarnya, Allah memberikan semua kepemilikan kepada manusia sebagai “titipan” sementara di dunia. Titipan ini akan berakhir pada jangka waktu tertentu dan ketika tiba hari perhitungan, lalu setiap orang akan diminta pertanggungjawabannya.

Pada hari perhitungan ini, setiap orang akan ditanya tentang maksud dan tujuannya menggunakan “titipan” ini. Mereka yang menyangka dirinya sebagai pemilik dari “sesuatu” yang dititipkan dan menentang para utusan dengan mengatakan, “... apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami...,” (Huud: 87) mereka layak menerima hukuman. Al-Qur`an menggambarkan apa yang akan menimpa mereka,

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Ali Imran: 180)
 
Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur`an, semua anugerah yang diberikan kepada manusia atas kebaikan-Nya, harus digunakan tanpa “kebakhilan”. Karenanya, daripada mencoba memiliki dan mempertahankan kepemilikan ini, sebaiknya seseorang menggunakan kepemilikan ini di jalan Allah seperti yang diperintahkan. Ini berarti orang-orang beriman dapat menggunakan harta dalam jumlah yang dibutuhkan untuk biaya hidupnya dan kemudian bersedekah “yang lebih dari keperluan” (al-Baqarah: 219). Jika ia tidak mengikuti petunjuk dan mencoba “memiliki” semua hartanya, berarti ia memandang dirinya sebagai pemilik. Jatuhnya hukuman bagi sikap seperti ini merupakan suatu kewajaran. Al-Qur`an menjelaskan hal ini,

... Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka, ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.’” (at-Taubah: 34-35)

Ada “perekonomian” dalam Islam, namun tidak ada “penimbunan harta” dalam Islam. Orang-orang berilmu tidak bergantung pada materi yang mereka miliki untuk menghadapi “masa-masa sulit”, melainkan bertawakal hanya kepada Allah, sehingga Allah menambah harta mereka kembali. Allah memberikan lebih dari yang mereka gunakan di jalan-Nya serta merahmati mereka. Hal ini tercatat dalam ayat,

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah: 261)

Sebaliknya, orang yang tidak menggunakan hartanya di jalan Allah adalah orang, “yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya, dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan.” (al-Humazah: 2-6)
Baca selengkapnya
KUNCI RIZKI

KUNCI RIZKI

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sahabat E-4 All Semuanya Semoga Allah Swt selalu memberikan kelancaran kepada kita semua dalam menjalankan segala aktivitas. Amiennnnn

Sahabat E-4 All Di antara hal yang menyibukkan hati kebanyakan umat Islam adalah mencari rizki. Dan menurut pengamatan, sejumlah umat Islam memandang bahwa berpegang dengan Islam akan mengurangi rizki mereka. Tidak hanya sebatas itu, bahkan lebih parah dan menyedihkan lagi bahwa ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syari'at Islam tetapi mereka mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan dibidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari sebagian hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan halal dan haram.

Mereka itu lupa atau pura-pura lupa bahwa Sang Khaliq tidaklah mensyariatkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam perkara-perkara akhirat dan kebahagiaan mereka di sana saja. Tetapi Allah mensyariat-kan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia. Bahkan do'a yang sering dipanjatkan Nabi kita, kekasih Tuhan Semesta Alam, yang dijadikanNya sebagai teladan bagi umat ma-nusia adalah:

 "Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaik-an di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka."

Allah dan RasulNya  yang mulia tidak meninggalkan umat Islam tanpa petunjuk dalam kegelapan, berada dalam keraguan dalam usahanya mencari penghidupan. Tetapi sebaliknya, sebab-sebab rizki itu telah diatur dan dijelaskan. Seandainya umat ini mau memahaminya, menyadarinya, berpegang teguh dengannya serta menggunakan sebab-sebab itu dengan baik, niscaya Allah Yang Maha Pemberi Rizki dan memiliki kekuatan akan memudahkannya mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah, serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi.

Allah Yang Maha Agung dan Maha Perkasa menja-dikan beberapa sebab dan kunci untuk rizki, di antaranya:
  1. Istighfar (memohon ampun kepada Allah) dan taubat kepadaNya. Dan yang dimaksud adalah melakukan ke-duanya dengan perkataan dan perbuatan.
  2. Taqwa. Dan hakikatnya adalah menjaga diri dari yang menyebabkan dosa atau mentaati perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya atau menjaga diri dari sesuatu yang menyebabkan siksa, baik dengan mela-kukan perbuatan atau meninggalkannya.
  3. Tawakkal. Yaitu menampakkan kelamahan hamba serta bersandar sepenuhnya kepada Allah semata
  4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah. Yaitu bersungguh-sungguh dalam mengkonsentrasikan hati ketika beribadah kepada Allah.
  5. Mengikuti haji dengan umrah. Maksudnya, melakukan salah satunya lalu melanjutkannya dengan yang lain
  6. Silaturrahim. Yaitu berbuat baik kepada kerabat/keluarga dekat
  7. Berinfak di jalan Allah. Yaitu berinfak untuk se-suatu yang dicintai dan diridhai Allah
  8. Memberi nafkah kepada orang yang sepenuhnya me-nuntut ilmu syar'i (agama).
  9. Berbuat baik kepada orang-orang yang lemah.
  10. Berhijrah di jalan Allah . Yakni keluar dari negeri kafir ke negeri iman untuk mencari keridhaan Allah se-suai dengan syar'iatNya.
Sahabat E-4 All semuanya tetaplah untung senantiasa berpegang teguh dengan sebab-sebab rizki tersebut. Sebab kebaikan segala-galanya adalah dengan berpegang teguh terhadap apa yang disyari'atkan Sang Pencipta dan keburukkan segala-galanya adalah dengan berpaling daripadanya. Allah berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan." (Al-Anfal: 24).

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia, 'Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, pada-hal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?' Allah berfirman, 'Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan." (Thaha: 124-126).
Baca selengkapnya

Thursday, 21 February 2013

Hikmah Disyari'atkan Khitan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sahabat E-4 All semuanya semoga allah senantiasa memberikan kita semua kesehatan, kelancaran dalam segala aktivitas yang kita kerjakan. Amienn

Sahabat E-4 All sudahkan anda di khitan/sunat???? hehehehehe. Coba sejenak kita renungkan makna hadits dibawah ini.

Dari Abu Hurairah -Semoga Allah meridhainya- Rasulullah bersabda:
الفطرة خمس أو خمسة من الفطرة: الختان، والاستحداد، وتنف الإبط، وتقليم الأظفار، وقص الشارب )الخباري في صحيح(
Artinya: Fithrah manusia itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis (HR. Bukhari, 5889).

Makna fitrah pada asalnya adalah tabiat yang semula sudah ada, dan yang dimaksu dengan hadits tersebut di atas adalah, "Jika 5 hal di atas dilakukan maka pelakunya disifati dengan fithrah sebagaimana Allah tetapkan demikian untuk para hambanya, dan juga Allah memotivasi hamba-Nya untuk melakukan, mencintai hal yang demikian, sehingga hamba tersebut memiliki sifat yang paling sempurna lagi mulia. Dalam sejumlah sifat yang lain disebutkan, "Lima hal yang teramsuk sunnah/kebiasaan".

Dan khitan maknanya adalah memotong, yaitu memotong kulub (kulit yang berlebih yang ada pada dzakar bagian depan. Adapun istihdad, adalah menggunakan alat potong untuk menghilangkan rambut yang ada di atas dan sekitar kemaluan laki-laki. Demikian juga rambut yang ada di sekitar kemaluan perempuan.

Sebuah majalah medis terkenal di Inggris, BMG, pernah menurunkan makalah tentang kanker kelamin dan penyebab-penyebabnya pada tahun 1986. Diantara keterangannya adalah, "Sesungguhnya kanker kelamin sangat kecil sekali terjadi di kalangan yahudi dan negeri-negeri muslim, sebab mereka ini melakukan khitan semenjak usia anak-anak. Dan data statistik medis menunjukkan bahwa kanker kemaluan yang terjadi pada kalangan yahudi tidak terjadi kecuali hanya terhadap 9 penderita saja dalam setahun."

Proses terjadinya kanker kelamin adalah ketika kemaluan tidak dikhitan, maka kulub yang ada di bagian depan kemaluan tersebut selalu menyisakan air kencing yang keluar. Air kencing tersebut membawa endapan-endapan yang dalam waktu yang lama akan menutupi bagian saluran air kencing sehingga menyebabkan dis-fungsi. Maka dengan dikhitannya kulub ini, kemungkinan mengendapnya sisa-sisa air kencing tidak ada lagi karena selalu dibersihkan setiap kali kencing. Sisa-sisa endapan air kencing inilah yang berdasarkan penelitian merupakan sebab utama terjadinya kanker kelamin.

Majalah "Al-Ma'had Al-Wathaniy lii Al-Sarthan" menurunkan berita tentang hasil penelitian yang menegaskan bahwa kanker kelamin bisa berpindah ketika berhubungan seks. Dan dengan hubungan seks dengan banyak pasangan bebas juga akan menyebabkan terjadinya kanker ini. Dalam dalam laporan buletin sebuah akademi untuk penyakit-penyakit anak-anak disebutkan bahwa sesungguhnya khitan adalah cara yang efektif untuk mencegah terjadinya kanker kelamin.

Sebuah majalah Amerika untuk penyakit anak-anak juga menegaskan bahwa aktivitas-aktivitas agama yang dianut kalangan muslimin (Islam) dan yahudi yang menegaskan mensyari'atkan khitan memiliki dampak yang sangat mendasar dalam memotivasi mereka untuk melaksanakan fithrah ini (khitan)". Dan dalam shahihain (Bukhari dan Muslim) diriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu' bahwa Nabi Ibrahim --Alaihis Salam-- melakukan khitan ketika ia memasuki usia 80 tahun.

Sumber: Al-Arbaun Al-Ilmiyah" Abdul hamid Mahmud Thahmaz, Daar Al-Qalam
Penerjemah: Abu Muhammad ibn Shadiq
Baca selengkapnya

Wednesday, 20 February 2013

Kemenangan itu Pasti

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sahabat E-4 All semua Sejak runtuhnya khilafah Islamiyah tahun 1924 M., eksistensi politik dan hukum Islam telah lenyap dari kehidupan nyata kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Bersamaan dengan itu, bergeraklah kekuatan dari dalam dan luar, berskala lokal dan internasional; bekerja siang dan malam tak kenal lelah untuk menjalankan misi iblisnya, menghancurkan ideologi Islam dan menjauhkan kaum muslimin dari ajaran sucinya.

Tak bisa kita pungkiri, bahwa realitas umat Islam –pasca runtuhnya khilafah- di banyak negeri sangat memilukan; menjadi objek sasaran pengeroyokan para konspirator dari dalam dan luar. Pemerintah-pemerintah sekuler di negeri Islam tak henti-hentinya membuat persekongkolan jahat untuk memusuhi segala hal yang berbau pergerakan. Mereka bertindak represif terhadap aktifis Islam, menyiksa, menculik, bahkan menghukum mati mereka. Kekuatan sosialis, kapitalis, zionis, salibis, dan misionaris dunia berkonspirasi untuk menguasai negeri-negeri Islam.

Karenanya, sering kita menjumpai ungkapan ataupun tulisan bernada pesimis akan masa depan umat Islam. "Bagaimana mungkin, kaum muslimin bisa meraih kemenangan dan memegang tampuk kekuasaan, sementara dalam satu negeri terdapat banyak jamaah Islam yang masing-masing berbeda konsep dan manhaj perjuangan". Sungguh sangat disayangkan ungkapan seperti mengalir dari bibir-bibir mulia ulama Islam. Kita berprasangka baik, semoga itu diteriakkannya demi membakar gelora semangat kaum muslimin untuk kembali bangkit, dan menyadarkan bahwa kondisi umat Islam saat ini sedang dalam kondisi sakit. Namun, disadari atau tidak, ungkapan-ungkapan seperti ini –jika tidak di fahami dengan baik- sesungguhnya merupakan virus yang sangat berpotensi mematahkan sebuah hamâsatu ash-shahwah (semangat kebangkitan). Padahal, sesungguhnya umat Islam kini sangat memerlukan "taushiyah tasyjî'iyyah", gemblengan semangat yang menjadikan mereka senantiasa bergelora menegakkan kalimat Allah dan mengembalikan kejayaan Islam. Selalu optimis dan yakin bahwa masa depan milik Islam. Bukan sekedar sebuah impian bunga tidur di pagi hari, juga bukan tatapan kosong hayalan para pengangguran. Sebaliknya ini adalah janji Allah kepada kita, bahwa bumi ini akan di wariskan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih. Inna NashraLlâhi Qarîb. Wa inna wa'daLlâhi haq.


Kemenangan Itu Pasti

Banyak dalil-dalil syar'i menyebutkan bahwa kemenangan bagi umat Islam pasti terwujud. Baca misalnya beberapa ayat berikut:

"Sesungguhnya kami akan menolong rasul-rasul kami dan orang–orang yang beriman di dunia dan hari akhir" (Q.S.Ghâfir: 51). "Dan merupakan hak kami untuk menolong orang-orang yang beriman" (Q.S. Ar-rûm: 47). "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu".(Q.S Muhammad: 7).

Rasulullah pun menegaskan kembali dalam sabdanya:
"Tidak datang kiamat hingga kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, sehingga orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: Hai orang muslim, ini orang Yahudi di belakangku, kemarilah bunuh dia, kecuali pohon Gharqad karena ia termasuk pohon orang Yahudi".

Petikan beberapa ayat dari undang-undang tertinggi umat Muhammad di atas sangat gamblang menerangkan bahwa para pembawa misi Ilahi itu mendapat jaminan perlindungan dari Allah. Namun, sekilas akan terasa kontras ketika kita mengaitkan dengan realita yang kita sebutkan di atas.

Sejarah telah banyak merekam kisah perjuangan para pembawa panji kebaikan. Nabi Yahya as. dan Zakaria as. meninggal terbunuh. Muhammad Saw. dan Isa as. amat kenyang dengan berbagai teror hingga upaya pembunuhan. Nabi Ibrahim as. dijebloskan hidup-hidup ke dalam kobaran api. Dan hampir seluruh anak Adam yang meniti rel ini akan berhadapan dengan kezhaliman. Lalu, di manakah kemenangan yang di janjikan Allah itu?

Adalah mustahil kita mengatakan bahwa Allah tidak konsisten dengan semua janji-janjiNya. Lantas, apa sebenarnya arti An-Nasr wa At-Tamkîn dalam Al-Quran tersebut? Sekiranya kita menghayati nash-nash kepastian kemenangan bagi umat Islam, niscaya kita akan melihat bahwa nash-nash tersebut berkisar pada dua aspek utama: Pertama, bahwa pertolongan Allah itu terikat dengan usaha kaum muslimin dalam menolong agama Allah. Kedua, memberikan kabar gembira akan datangnya kemenangan dan kekuasaan di hari mendatang.

Memang benar, berbagai jamaah bermunculan, tak ada yang membantahnya kecuali orang-orang yang sombong. Lantas, apa karena itu kita harus berputus asa, kemudian memilih 'uzlah dan meninggalkan amal fi sabilillah? Tentu saja sikap seperti ini tidak dibenarkan dengan beberapa konsideran sebagai berikut:

Allah menyuruh kaum muslimin untuk berpegang teguh pada tali Allah dan melarang berpecah belah (Ali Imran: 103). Tentu ada faktor yang menyebabkan perselisihan dan perpecahan, maka kita harus menyingkirkan faktor tersbut. Jika faktor itu terkait fikrah, maka seyogyanya para cendekia dari setiap jamaah bisa duduk bersama untuk menyamakan dan menyatukan fikrah. Jika hal itu tidak memungkinkan, sementara perbedaan (ikhtilâf) tersebut tergolong ke dalam ijtihâd fiqhiyyah, maka hendaknya beramal dengan perkara-perkara yang disepakati, dan bersikap toleran terhadap permasalahan yang masih di perselisihkan itu. Namun jika perbedaan tersebut masuk ke dalam wilayah akidah, maka kita kembalikan kepada kitab Allah dan RasulNya.

Jika faktor penyebab perselisihan itu adalah manhaj (metodologi), maka seyogyanya para konseptor masing-masing jamaah berusaha bertemu untuk saling memahami dalam satu kordinasi (tansîq baina al-jamâ'ât). Setiap jamaah beramal pada wilayah stressing-nya tanpa harus menjatuhkan yang lain. Yang penting ada kesepakatan antara semua pihak untuk mewujudkan eksistensi politik Islam.

Sejarah Islam telah membuktikan bahwa pernah terjadi perbedaan pandangan dalam masalah politik dan fiqh pada masa lalu antar umat Islam, namun demikian persatuan mereka tetap terjaga. Merupakan bukti terbesar bahwa tafâhum dan kejernihan hati bisa mewujudkan itu semua. Nabi pernah mempersatukan 'Aus dan Khazraj, dua kabilah besar di Madinah yang sebelumnya selalu bertikai. Sahabat Hasan bin Ali ra. rela melepaskan hak kekhilafahan kepada sahabat besar Muawiyah bin Abi Sufyan demi menghindari timbulnya fitnah perpecahan yang lebih besar, sehinga kaum muslimin di pemerintahan Bani Umayyah kembali jaya dan kokoh.

Di awal perjuangan Rasul, kita mengenal dua istilah peristiwa populer, yaitu ghazw al-Badr wa ghazw al-Uhud. Dua nama ini adalah bagian dari deretan peperangan yang mewarnai perjuangan kaum muslimin. Melalui dua medan peperangan ini, seolah Allah SWT. ingin memberikan sebuah materi kuliah exstra yang amat berharga kepada umat Muhammad akan hakikat sebuah kehidupan. Bahwa kehidupan di dunia bukan berjalan dengan sendirinya atau rekayasa umat manusia. Di balik semuanya ada Dzat Yang Maha Menentukan segala sesuatu.

Menurut analisa pakar militer termodern, seharusnya perang Badr seharusnya berakhir dengan kemenangan kaum musyrikin Mekah. Analisa ini sangat rasional, melihat jumlah, persiapan, dan persenjataan pasukan musyrikin yang jaun lebih besar. Pasukan muslimin sejak awal tidak membayangkan akan terlibat dalam peperangan dahsyat itu. namun, sutradara kehidupan dunia tetaplah Allah SWT. Dia memiliki rencana mutlak untuk makhluknya yang bernama manusia, bahkan malaikat pun tidak tahu. Pasukan muslimin mampu meraih fath dan membuat musuh harus menerima kekalahan telak, dengan menanggung korban yang tidak sedikit.

Berbeda dengan perang Uhud. Dalam perang ini pasukan muslimin sudah di ambang kemenangan besar. Namun karena satu hal prinsipil yang tidak dihiraukan oleh sebagian pasukan Islam, hingga meyebabkan mereka harus menerima kekalahan pahit.

Apa rahasia di balik peristiwa Badr dan Uhud? Dari dua peristiwa besar ini, kita sesungguhnya dapat menyerap sebuah SMS Ilahi sebagai berikut: Allah berfirman:"Inna NashraLlâhi Qarîb, Wa inna wa'daLlâhi Haq". Jaminan kemenangan yang dijanjikan oleh Allah terhadap hambanya yang shalih itu pasti. Sah saja yayasan "Bait Az-zakât" ketika membuka pendaftaran beasiswa menyertakan beberapa syarat yang harus di penuhi sebelumnya. Seperti: tidak merokok, nilai minimal jayyid dll. Begitupun dalam fiqh kemenangan, jika syarat-syarat kemenangan yang ditentukan Allah telah dipenuhi oleh umat Islam, pasti kemenangan itu akan terwujud. Wallâhu a'lam
Baca selengkapnya

TERUNTUK ISTRIKU IDAMAN

Bismillahirrahmannirahim,
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat E-4 All semuanya "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalehah" (H.R. Muslim)
Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya. Semoga Allah memelihara, membimbing dan melindungimu dalam naungan kasih sayang dan rahmat-Nya untuk cintanya kepada  Allah SWT dan suami & anak2. Amin.

Istri memegang peranan yang sangat penting dalam istana keluarganya. Maka ia dituntut untuk memahami peranan tersebut lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan berkeluarga. Berikut ada beberapa wasiat untuk mereka yang berhasrat menjadi istri yang mendambakan keluarga bahagia. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.

1. Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat.

Bila engkau ingin  kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada Allah. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada Allah.Wahai hamba Allah, jagalah Allah maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu.

Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya.Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata:"Aku mohon ampun kepada Allah....itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku)...."Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya: Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar. Duduk di majelis ghibah dan namimah, berbuat riya dan sum'ah, Menjelekkan dan mengejek orang lain.

Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain  (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan"(QS. Al Hujurat:11).

Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram. Rasulullah bersabda: "Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya"(HR. Muslim).

Membiarkan suami dalam kemaksiatannya. Tabarruj (pamer kecantikan) dan sufur (membuka wajah). Membiarkan sopir dan pembantu masuk ke dalam rumah tanpa kepentingan yang mendesak.

2. Berupaya mengenal dan memahami suami.

Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Allah karena tidak ada ketaatan kepada makhluk  dalam bermaksiat kepada Al-Khalik (Allah 'Azza Wajalla).

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda:"Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya"(HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany).

Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda:"

Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali"(HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albany).

Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin Allah, jika engkau bertakwa kepada Allah dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya, engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin Allah).

4. Bersikap qanaah (merasa cukup)

Kami meninginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak. Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiallahu 'anhunna...

Salah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu??? Ia berkata pada suaminya:"Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka..."

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dantidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya. Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik), maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6. Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya.Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Allah semampumu.

7. Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya. Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiallahu 'anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian,  kesulitan dan musibah yang dihadapi.

Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyur  sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama:" Demi Allah, Allah tidak akan menghinakanmu selamanya. Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi, menaggung orang lemah, menutup kebutuhan orang yang tidak  punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran".(HR. Mutafaq alaihi, Bukhary dan Muslim).

8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya. Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan  kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9. Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya). Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi.

Saudariku, simpanlah  rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar'I seperti mengadukan perbuatan dhalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10. Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan. Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian  wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya:"Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya"(HR. Bukhary dalam An-Nikah).

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)...." (Q.S. An Nissa 4.34)

sumber : Rumah tangga tanpa problema, Syaikh Mazin Bin Abdul Karim Al-Farih.

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam,  yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu." Rasulullah saw bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian Istiqamahlah." (H.R. Muslim)
Baca selengkapnya