KECERDASAN IMAM SYAFI'I

Sunday, 3 March 2013 | komentar

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat E-4 All Semuanya Semoga Allah Swt selalu memberikan kelancaran kepada kita semua dalam menjalankan segala aktivitas. Amiennnnn

Di masa pemerintahan Kekhilafahan Harun Ar-rasyid ada sekelompok orang yang iri dengan kecerdasan Imam Syafi’i. Mereka ingin mempermalukan dan memperolok-olok sang Imam di depan Harun Ar-rasyid. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan pada Imam Syafii.

Seseorang bertanya kepada Sang Imam “ Ada dua orang muslim berakal yang minum khamar. Salah satunya diganjar hukuman Hadd dicambuk sebanyak 80 kali . Tapi yang satunya tidak diapa-apakan. Mengapa bisa demikian ?” Tanya salah seorang di antara mereka pada Imam Syafii.

Kemudian Sang Imam menjawab “Salah seorang diantara mereka berdua itu sudah baligh (berakal) sehingga ia harus dihukum hadd. Sedangkan satunya Lagi belum baligh, sehingga ia tak diapa-apakan,” jawab Imam Syafii dengan mudah.

Orang yang kedua kemudian bertanya “Ada 5 orang menzinahi seorang wanita. Orang yang satu divonis hukuman mati. Orang yang satu lagi dirajam. Orang yang satu lagi dihukum hadd. Orang yang satu lagi dikenai setengah hukum hadd. Sedangkan orang yang satunya lagi dibebaskan. Kenapa bisa demikian ?”

Kemudian Sang Imam menjawab “Orang yang satu menghalalkan zina sehingga ia harus divonis murtad dan wajib dibunuh. Orang yang satu lagi muhshan (sudah menikah) sehingga ia harus dirajam. Orang yang satu lagi ghairu muhshan (belum menikah) sehingga ia harus dihukum hadd. Orang yang satu lagi seorang budak yang harus dihukum setengah hukum hadd. Sedangkan orang yang satunya lagi gila sehingga ia tak mendapat hukuman apapun,” papar Imam Syafii terhadap mereka.

Orang yang ketiga kemudian bertanya “Seorang laki-laki mengambil sebuah wadah air untuk minum. Namun ia hanya bisa meminum separuhnya yang halal sedangkan sisanya haram. Bagaimana ini bisa terjadi ?” Tanya mereka lagi.

Kemudian Sang Imam menjawab “Laki-laki itu telah meminum separuh air di wadah. Ketika mau meminum separuhnya lagi, ia mengalami mimisan sehingga darah menetes ke wadah itu bercampur dengan air. Sehingga, sisa air itu haram baginya,” jawab Imam Syafii.

Jawaban Imam Syafii terhadap penguji itu membuat sang khalifah tersenyum ceria seraya berkata,” Semoga Allah memperbanyak pada keluarga besarku orang sepertimu.”
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pendidikan (E-4 ALL) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger