PENYAKIT MENULAR SEKSUAL ( PMS )

Thursday, 2 August 2012 | komentar





Assalamu'alaikum
Sampurasun Baraya Sadaya

Oke sahabat semua pada kesempatan kali ini E-4 ALL akan berbagi pengetahuan tentang PMS (Penyakit menular seksual)ngomong-ngomong pernah denger gak ni sahabat semuanya apa yang disebut PMS itu, dan apa dampaknya apabila kita terkena PMS, hehehehe.
mungkin diantara sahabat semuanya ada yang pernah tau dan bahkan lebih tau dari E-4 ALL tentang PMS.
oke buat sahabat yang belum kenal dan belum tau E-4 ALL akan berbagi pengetahuan tentang PMS siapa tau bisa membantu sahabat semuanya.
Oke langsung j sababat simak beberapa pembahasan tentang PMS dibawah.

PMS atau Penyakit menular seksual adalah penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui hubungan seks.  Semua orang yang masih seksual aktif mempunyai resiko terkena PMS dan dapat menularkannya kepada pasangan seksnya.

Gejala-gejala PMS 
  • Rasa sakit atau gatal-gatal  di kemaluan 
  • Keluarnya cairan yang aneh, kaya nanah dari kemaluan 
  • Ada benjolan, bintil-bintil, atau luka disekitar kemaluan 
  • Pembengkakan di sekitar pangkal paha 
  • Rasa sakit pada Perut bagian bawah
Jenis-jenis PMS yang sering terjadi
1. Sifilis (Lues, Rajasinga) 
Sifilis merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh kuman Treponema Pollidum. Penyakit ini nyerangnya ke pembuluh darah, dan kalo nggak cepet-cepet diobatin bisa ngerusak syaraf, otak  dan alat-alat dalam tubuh lain bahkan kulit. Masa tunas 10 sampai 90 hari atau rata - rata sekitar 3 minggu. Penyakit ini juga bisa nularin ke bayi dalam kandungan ibu, bahkan  bisa mengakibatkan penyakit mata, kulit , tulang atau kerusakan pada otak.

2. Gonnorhoe (Kencing nanah, penyakit sabun)
Gonnorhoe adalah keluarnya nanah akibat infeksi gonokokus., Penyebab penyakit ini adalah bakteri Nieseria Gonnorhoica dengan masa tunas 2 - 7 hari. Jika tidak diobati, GO dapat menyebabkan kerusakan yang amat parah pada alat reproduksi seperti  kemandulan.  Ibu yang terinfeksi GO juga bisa mengakibatkan kebutaan pada  bayinya.
         
3. Limfogranuloma Venerum (Klamidia)
Nama lainnya adalah Limfopathia, Venerum, Bubo atau Bonen (JW). Penyakit ini ditandai dengan adanya pembesaran kelenjar limfe didaerah selangkangan. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis Klamidia dengan masa tunas 1 - 2 Minggu. Penyakit ini bisa ngerusak organ reproduksi, menyebabkan kemandulan, dan menginfeksi bayi dalam kandungan ibu.

4. Herpes
Herpes adalah nama Virus yang merusak permukaan kulit. Bayi dalam kandungan Ibu bisa terinfeksi apabila terkena virus ini. Penyakit ini dapat dihilangkan gejalanya, namun bisa kambuh sewaktu-waktu.
         
5. HPV (Human Papilloma Virus, Jengger ayam)
Gejalanya adalah tumbuh benjolan- benjolan didalam, disekitar alat kelamin dan dubur. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Bila tidak cepat diobati, dapat membuat wanita mudah terkena kanker  mulut rahim.
         
6. Vaginitis (Keputihan)
Disebabkan oleh kuman, bakteri, ragi atau parasit Trichomonas.  Penyebabnya antara lain pemakaian celana dalam yang kurang kering, tidak menjaga kebersihan vagina, akibat melahirkan, masuknya benda asing ke dalam vagina bagi yang peka (Mis. alat KB), minum antibiotik , atau ketika menstruasi. Gejala yang paling umum adalah rasa panas, sakit, atau gatal di vagina.
         
7. Non - Gonnococcal Urethritis (NGU)
Gejalanya sangat mirip dengan Gonnorhea, yaitu keluarnya nanah dari alat kelamin. Akibat yang ditimbulkannya hampir sama dengan PMS lain , yaitu dapat menyebabkan rusaknya alat kelamin dan reproduksi  serta kemandulan.
         
8. Pelvic Inflammatory Disease (PID)
Gejala yang muncul adalah demam, rasa sakit pada perut bagian bawah, keluarnya nanah, dan keluarnya darah pada waktu  tidak menstruasi. Infeksi terjadi di mulut rahim, saluran telur, atau indung telur. Penyakit ini dapat menyebabkan penyakit lever dan penyumbatan saluran telur, sehingga jika terjadi kehamilan akan terjadi kehamilan diluar kandungan. Bahkan PID ini dapat menyebabkan kematian.
         
9. Ulcus Molle (Chancroid)
Penyakit ini disebabkan oleh suatu kuman yang disebut Hemophilus Ducrey. Masa tunas 3 - 4 hari. Gejalanya terdapat lecet di kemaluan terutama bagian selaput lendir dan tertutup nanah. Namun penyakit ini jarang terjadi di Indonesia.
         
10. Granuloma Inguinale (Donovanosis)
Penyakit ini disebabkan oleh kuman Calymmattobacterium granulomatosis. Letak penyakit ini sering ada pada daerah genital, pubis, selangkangan dan anus.
         
11. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)
AIDS adalah sekumpulan gejala - gejala penyakit yang diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh manusia yang menurun dan mengakibatkan kematian.  AIDS disebabkan oleh suatu Virus yang disebut dengan HIV  (Human Immunodeficiency Virus). Orang bisa terkena HIV/AIDS melalui hubungan  seksual dengan orang yang mengidap HIV/AIDS, Transfusi darah yang tercemar HIV, Jarum suntik atau tindik yang tidalk steril dan dari Ibu hamil pengidap HIV/AIDS kepada bayi yang dikandungnya. Dan AIDS ini merupakan salah satu dari PMS.

Tanya Jawab
1.   Cara nularin PMS tu gimana ?
Ada beberapa cara, antara lain dengan seks oral yaitu mencium daerah vagina dengan mulut atau lidah si cowok (Cunnilingus), atau memasukkan penis ke mulut cewek (Fellatio). Seks vaginal (masuknya penis ke vagina), dan seks anal (masuknya penis ke anus).

2.   Jadi, penyebab PMS itu apa ?
PMS disebabkan oleh:
  • Bakteri yang menyebabkan gonore atau kencing tanah, sipilis(Raja Singa), klamidia.
  • Virus menyebabkan herpes genitalis (herpes pada kelamin), HIV/AIDS, Hepatitis B, kutil kelamin.
  • Jamur menyebabkan candida albicans
  • Protozoa menyebabkan trichomonas vaginalis.
  • Ektoparasit menyebabkan phitirus pubis, sarcoptes scabiei.
3.   PMS itu apakah dapat disembuhkan ?
PMS yang disebabkan oleh bakteri dan jamur umumnya relatif mudah untuk disembuhkan dengan antibiotik tertentu, asal diketahui dan diobati sedini mungkin. Sedangkan yang disebabkan oleh virus lebih sulit untuk diobati, bahkan seringkali tidak dapat disembuhkan.

4.   Seperti apa gejala umum yang terlihat ?
Secara umum yang terlihat adalah rasa sakit atau gatal di alat kelamin, dan pembengkakan di pangkal paha. Namun, khusus para perempuan kebanyakan PMS yang diderita tidak terasa sama sekali. Ini karena anatomi organ reproduksi perempuan ada di dalam dan tidak bisa dilihat dari luar, beda dengan anatomi organ laki-laki yang berada di luar.
Gejala khusus pada perempuan biasanya seringnya keluar cairan berwarna kekuning-kuningan dan berbau dari vagina, dan keluarnya darah bukan pada saat menstruasi.
Sedangkan gejala khusus pada pria antara lain; sakit pada saat kencing dan jika diurut akan keluar cairan atau nanah dari alat kelamin, terjadi pembengkakan pada buah pelir yang berasa sakit atau panas.

5.   Apakah seseorang dapat tertular PMS jika menggunakan WC atau kamar mandi bersamaan?
Kuman penyebab PMS hanya terdapat di cairan vagina, cairan sperma dan darah. Kalau kuman tersebut jatuh di kamar mandi, kuman tersebut tidak dapat hidup lama. Yang perlu diingat adalah sesorang akan tertular PMS jika kuman tersebut masuk ke dalam tubuh sehingga tidak mungkin terjadi penularan dalam kegiatan sehari-hari.

6.   Apakah PMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin atau minum antibiotik ?
Tidak ada sabun atau desinfektan apapun yang dapat mencegah PMS. Pada perempuan, mencuci bagian dalam vagina justru akan mempertinggi resiko terkena vagistis (keputihan karena bakteri). Minum antibiotik pun tidak dapat mencegah PMS, walaupun antibiotik itu terkadang dapat menyembuhkan beberapa PMS.

7.   Apakah PMS dapat mempengaruhi siklus menstruasi ?
Infeksi PMS tidak akan mempengaruhi siklus menstruasi. Kalaupun ada, kemungkinan darah yang keluar dari vagina adalah darah akibat luka infeski, bukan darah menstruasi.

8.   Kemandulan itu apakah bisa disebabkan oleh PMS ?
Orang penghidap PMS akan mengalami infeksi awal pada bagian luar alat kelaminnya, dan apabila dibiarkan akan semakin parah. Infeksi ini akan menyerang organ dalam seperti rahim, saluran telur atau saluran sperma, sehingga mengalami pembengkakan dan mengakibatkan tersumbatnya saluran tersebut yang dapat menyebabkan kemandulan.

9.   Lalu, alat kontrasepsi apa yang bisa dipakai untuk  mencegah PMS dan HIV/AIDS ?
Dari semua alat kontrasepsi yang ada, hanya kondom yang dapat mencegah penularan HIV/AIDS. Kondom dapat mencegah kuman PMS dari cairan vagina atau sperma yang sudah terinfeksi. Sebaiknya, orang yang sudah seksual aktif dianjurkan selalu memakai kondom dengan benar.

Apakah AIDS dan HIV itu ?
AIDS adalah kepanjangan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yang artinya adalah kumpulan gejala-gejala penyakit karena menurunnya sistem kekebalan tubuh. Penyebabnya adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus).

10.Kapan HIV ditemukan ?
HIV pertama kali ditemukan oleh Dr. Luc Montagnier dkk. dari Institut Pasteur Perancis pada bulan Januari 1983.

11.AIDS itu berasal dari mana ?
Belum diketahui dengan jelas kapan dan dari mana HIV/AIDS ini muncul. Menurut perkiraan, HIV sudah berkembang dan meluas pada akhir 1970-an di daerah sub Sahara Afrika. Perkiraan ini dibuat berdasarkan catatan kasus-kasus rumah sakit di beberapa negara Afrika pada saat itu.

12.Munculnya AIDS di Indonesia itu kapan ?
Secara resmi, kasus AIDS pertama yang dilaporkan adalah pada seorang turis asing di Bali tahun 1987. walaupun secara tidak resmi sudah ada tiga kasus AIDS di Jakarta pada tahun 1983. Data terakhir pada bulan April 2000 sudah tercatat 1235 kasus HIV/AIDS di Indonesia.

13.Mengapa Indonesia termasuk negara yang rentan AIDS, padahal jumlah kasusnya kan rendah ?
Walaupun jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia masih cukup rendah dibanding negara-negara lain, ada beberapa kondisi yang memungkinkan penyebaran HIV/AIDS berkembang cepat, antara lain:
  • industri seks di Indonesia yang luas,
  • peningkatan hubungan seks sebelum menikah dan di luar nikah,
  • jumlah penghidap penyakit kelamin yang tinggi,
  • kesadaran pemakaian kondom yang masih rendah,
  • urbanisasi dan migrasi penduduk yang tinggi,
  • praktek injeksi dan sterilisasi alat kedokteran yang tidak memenuhi syarat, dan
  • lalu lintas dari dan ke luar negeri yang  bebas.
14.Siapa saja yang mempunyai resiko tertular AIDS ?
Mereka yang melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan tanpa kondom, dan yang berhubungan dengan orang yang terinfeksi HIV/AIDS mempunyai resiko lebih tinggi untuk tertular AIDS. Kemudian, golongan tertentu yang berisiko adalah mereka yang menggunakan alat suntik bersamaan, pekerja seks dan pelanggannya, dan ibu hamil kepada anaknya yang telah terinfeksi HIV. Menurut WHO, tiga golongan yang mempunyai resiko tinggi tertular HIV/AIDS adalah perempuan, remaja, dan bayi.

15.Bagaimana cara menghindari penularan AIDS ?
Hndari hubungan seks di luar nikah dan  berganti-ganti pasangan. Kalo bisa, jangan make jarum suntik barengan, mendingan make yang bersih dan steril, dan jangan melakukan transfusi darah yang nggak jelas asal usul si darah. Nah, kalo udah kepepet banget, gunakan kondom yang bisa nyelamatin kamu dari kahamilan dan juga AIDS, BuT… Don’T TrY ThiS AT HomE!!!!

17. Mengapa orang yang sudah terinfeksi PMS lebih mudah terinfeksi HIV?
Virus HIV itu kan masuknya ke dalam darah. Nah, PMS itu sering menyebabkan luka, lecet, dan peradangan di alat kelamin yang bisa membuka aliran darah. Makanya, PMS itu bisa mempermudah HIV masuk ke dalam tubuh seseorang.
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pendidikan (E-4 ALL) - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger