Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Wednesday, 20 February 2013

Kemenangan itu Pasti

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sahabat E-4 All semua Sejak runtuhnya khilafah Islamiyah tahun 1924 M., eksistensi politik dan hukum Islam telah lenyap dari kehidupan nyata kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Bersamaan dengan itu, bergeraklah kekuatan dari dalam dan luar, berskala lokal dan internasional; bekerja siang dan malam tak kenal lelah untuk menjalankan misi iblisnya, menghancurkan ideologi Islam dan menjauhkan kaum muslimin dari ajaran sucinya.

Tak bisa kita pungkiri, bahwa realitas umat Islam –pasca runtuhnya khilafah- di banyak negeri sangat memilukan; menjadi objek sasaran pengeroyokan para konspirator dari dalam dan luar. Pemerintah-pemerintah sekuler di negeri Islam tak henti-hentinya membuat persekongkolan jahat untuk memusuhi segala hal yang berbau pergerakan. Mereka bertindak represif terhadap aktifis Islam, menyiksa, menculik, bahkan menghukum mati mereka. Kekuatan sosialis, kapitalis, zionis, salibis, dan misionaris dunia berkonspirasi untuk menguasai negeri-negeri Islam.

Karenanya, sering kita menjumpai ungkapan ataupun tulisan bernada pesimis akan masa depan umat Islam. "Bagaimana mungkin, kaum muslimin bisa meraih kemenangan dan memegang tampuk kekuasaan, sementara dalam satu negeri terdapat banyak jamaah Islam yang masing-masing berbeda konsep dan manhaj perjuangan". Sungguh sangat disayangkan ungkapan seperti mengalir dari bibir-bibir mulia ulama Islam. Kita berprasangka baik, semoga itu diteriakkannya demi membakar gelora semangat kaum muslimin untuk kembali bangkit, dan menyadarkan bahwa kondisi umat Islam saat ini sedang dalam kondisi sakit. Namun, disadari atau tidak, ungkapan-ungkapan seperti ini –jika tidak di fahami dengan baik- sesungguhnya merupakan virus yang sangat berpotensi mematahkan sebuah hamâsatu ash-shahwah (semangat kebangkitan). Padahal, sesungguhnya umat Islam kini sangat memerlukan "taushiyah tasyjî'iyyah", gemblengan semangat yang menjadikan mereka senantiasa bergelora menegakkan kalimat Allah dan mengembalikan kejayaan Islam. Selalu optimis dan yakin bahwa masa depan milik Islam. Bukan sekedar sebuah impian bunga tidur di pagi hari, juga bukan tatapan kosong hayalan para pengangguran. Sebaliknya ini adalah janji Allah kepada kita, bahwa bumi ini akan di wariskan kepada hamba-hamba-Nya yang shalih. Inna NashraLlâhi Qarîb. Wa inna wa'daLlâhi haq.


Kemenangan Itu Pasti

Banyak dalil-dalil syar'i menyebutkan bahwa kemenangan bagi umat Islam pasti terwujud. Baca misalnya beberapa ayat berikut:

"Sesungguhnya kami akan menolong rasul-rasul kami dan orang–orang yang beriman di dunia dan hari akhir" (Q.S.Ghâfir: 51). "Dan merupakan hak kami untuk menolong orang-orang yang beriman" (Q.S. Ar-rûm: 47). "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolong dan meneguhkan kedudukanmu".(Q.S Muhammad: 7).

Rasulullah pun menegaskan kembali dalam sabdanya:
"Tidak datang kiamat hingga kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, sehingga orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: Hai orang muslim, ini orang Yahudi di belakangku, kemarilah bunuh dia, kecuali pohon Gharqad karena ia termasuk pohon orang Yahudi".

Petikan beberapa ayat dari undang-undang tertinggi umat Muhammad di atas sangat gamblang menerangkan bahwa para pembawa misi Ilahi itu mendapat jaminan perlindungan dari Allah. Namun, sekilas akan terasa kontras ketika kita mengaitkan dengan realita yang kita sebutkan di atas.

Sejarah telah banyak merekam kisah perjuangan para pembawa panji kebaikan. Nabi Yahya as. dan Zakaria as. meninggal terbunuh. Muhammad Saw. dan Isa as. amat kenyang dengan berbagai teror hingga upaya pembunuhan. Nabi Ibrahim as. dijebloskan hidup-hidup ke dalam kobaran api. Dan hampir seluruh anak Adam yang meniti rel ini akan berhadapan dengan kezhaliman. Lalu, di manakah kemenangan yang di janjikan Allah itu?

Adalah mustahil kita mengatakan bahwa Allah tidak konsisten dengan semua janji-janjiNya. Lantas, apa sebenarnya arti An-Nasr wa At-Tamkîn dalam Al-Quran tersebut? Sekiranya kita menghayati nash-nash kepastian kemenangan bagi umat Islam, niscaya kita akan melihat bahwa nash-nash tersebut berkisar pada dua aspek utama: Pertama, bahwa pertolongan Allah itu terikat dengan usaha kaum muslimin dalam menolong agama Allah. Kedua, memberikan kabar gembira akan datangnya kemenangan dan kekuasaan di hari mendatang.

Memang benar, berbagai jamaah bermunculan, tak ada yang membantahnya kecuali orang-orang yang sombong. Lantas, apa karena itu kita harus berputus asa, kemudian memilih 'uzlah dan meninggalkan amal fi sabilillah? Tentu saja sikap seperti ini tidak dibenarkan dengan beberapa konsideran sebagai berikut:

Allah menyuruh kaum muslimin untuk berpegang teguh pada tali Allah dan melarang berpecah belah (Ali Imran: 103). Tentu ada faktor yang menyebabkan perselisihan dan perpecahan, maka kita harus menyingkirkan faktor tersbut. Jika faktor itu terkait fikrah, maka seyogyanya para cendekia dari setiap jamaah bisa duduk bersama untuk menyamakan dan menyatukan fikrah. Jika hal itu tidak memungkinkan, sementara perbedaan (ikhtilâf) tersebut tergolong ke dalam ijtihâd fiqhiyyah, maka hendaknya beramal dengan perkara-perkara yang disepakati, dan bersikap toleran terhadap permasalahan yang masih di perselisihkan itu. Namun jika perbedaan tersebut masuk ke dalam wilayah akidah, maka kita kembalikan kepada kitab Allah dan RasulNya.

Jika faktor penyebab perselisihan itu adalah manhaj (metodologi), maka seyogyanya para konseptor masing-masing jamaah berusaha bertemu untuk saling memahami dalam satu kordinasi (tansîq baina al-jamâ'ât). Setiap jamaah beramal pada wilayah stressing-nya tanpa harus menjatuhkan yang lain. Yang penting ada kesepakatan antara semua pihak untuk mewujudkan eksistensi politik Islam.

Sejarah Islam telah membuktikan bahwa pernah terjadi perbedaan pandangan dalam masalah politik dan fiqh pada masa lalu antar umat Islam, namun demikian persatuan mereka tetap terjaga. Merupakan bukti terbesar bahwa tafâhum dan kejernihan hati bisa mewujudkan itu semua. Nabi pernah mempersatukan 'Aus dan Khazraj, dua kabilah besar di Madinah yang sebelumnya selalu bertikai. Sahabat Hasan bin Ali ra. rela melepaskan hak kekhilafahan kepada sahabat besar Muawiyah bin Abi Sufyan demi menghindari timbulnya fitnah perpecahan yang lebih besar, sehinga kaum muslimin di pemerintahan Bani Umayyah kembali jaya dan kokoh.

Di awal perjuangan Rasul, kita mengenal dua istilah peristiwa populer, yaitu ghazw al-Badr wa ghazw al-Uhud. Dua nama ini adalah bagian dari deretan peperangan yang mewarnai perjuangan kaum muslimin. Melalui dua medan peperangan ini, seolah Allah SWT. ingin memberikan sebuah materi kuliah exstra yang amat berharga kepada umat Muhammad akan hakikat sebuah kehidupan. Bahwa kehidupan di dunia bukan berjalan dengan sendirinya atau rekayasa umat manusia. Di balik semuanya ada Dzat Yang Maha Menentukan segala sesuatu.

Menurut analisa pakar militer termodern, seharusnya perang Badr seharusnya berakhir dengan kemenangan kaum musyrikin Mekah. Analisa ini sangat rasional, melihat jumlah, persiapan, dan persenjataan pasukan musyrikin yang jaun lebih besar. Pasukan muslimin sejak awal tidak membayangkan akan terlibat dalam peperangan dahsyat itu. namun, sutradara kehidupan dunia tetaplah Allah SWT. Dia memiliki rencana mutlak untuk makhluknya yang bernama manusia, bahkan malaikat pun tidak tahu. Pasukan muslimin mampu meraih fath dan membuat musuh harus menerima kekalahan telak, dengan menanggung korban yang tidak sedikit.

Berbeda dengan perang Uhud. Dalam perang ini pasukan muslimin sudah di ambang kemenangan besar. Namun karena satu hal prinsipil yang tidak dihiraukan oleh sebagian pasukan Islam, hingga meyebabkan mereka harus menerima kekalahan pahit.

Apa rahasia di balik peristiwa Badr dan Uhud? Dari dua peristiwa besar ini, kita sesungguhnya dapat menyerap sebuah SMS Ilahi sebagai berikut: Allah berfirman:"Inna NashraLlâhi Qarîb, Wa inna wa'daLlâhi Haq". Jaminan kemenangan yang dijanjikan oleh Allah terhadap hambanya yang shalih itu pasti. Sah saja yayasan "Bait Az-zakât" ketika membuka pendaftaran beasiswa menyertakan beberapa syarat yang harus di penuhi sebelumnya. Seperti: tidak merokok, nilai minimal jayyid dll. Begitupun dalam fiqh kemenangan, jika syarat-syarat kemenangan yang ditentukan Allah telah dipenuhi oleh umat Islam, pasti kemenangan itu akan terwujud. Wallâhu a'lam
Baca selengkapnya

Tuesday, 19 February 2013

HISTORY OF WALISONGO


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sahabat E-4 All Semuanya Semoga Allah Swt selalu memberikan kelancaran serta Kesehatan kepada kita semua dalam menjalankan segala aktivitas. Amiennnnn

Sahabat E-4 All mungkin diantara kita sudah tidak asing lagi dengan kata "Walisongo" tetapi mungkin juga sebagian dari sahabat E-4 all ada yang belum mendengar sama sekali tentang "Walisongo".

Sahabat semuanya "Walisongo" yang berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.

Maulana Malik Ibrahim yang tertua. Sunan Ampel anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Mereka tinggal di pantai utara Jawa dari awal abad 15 hingga pertengahan abad 16, di tiga wilayah penting. Yakni Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Mereka adalah para intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Mereka mengenalkan berbagai bentuk peradaban baru: mulai dari kesehatan, bercocok tanam, niaga, kebudayaan dan kesenian, kemasyarakatan hingga pemerintahan.

Pesantren Ampel Denta dan Giri adalah dua institusi pendidikan paling penting di masa itu. Dari Giri, peradaban Islam berkembang ke seluruh wilayah timur Nusantara. Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati bukan hanya ulama, namun juga pemimpin pemerintahan. Sunan Giri, Bonang, Kalijaga, dan Kudus adalah kreator karya seni yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Sedangkan Sunan Muria adalah pendamping sejati kaum jelata.

Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia. Khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat "sembilan wali" ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Masing-masing tokoh tersebut mempunyai peran yang unik dalam penyebaran Islam. Mulai dari Maulana Malik Ibrahim yang menempatkan diri sebagai "tabib" bagi Kerajaan Hindu Majapahit; Sunan Giri yang disebut para kolonialis sebagai "paus dari Timur" hingga Sunan Kalijaga yang mencipta karya kesenian dengan menggunakan nuansa yang dapat dipahami masyarakat Jawa -yakni nuansa Hindu dan Budha.
Baca selengkapnya

Sunday, 27 January 2013

PENDURHAKA MASUK SURGA

PENDURHAKA MASUK SURGA

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 
Sahabat E-4 ALL sedikit berbagi kisang semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua.

Dahulu kala , hidup seorang laki-laki durhaka dan fasik dari bani Israil. Penduduk sekitar dimana ia tinggal mengusir lelaki itu agar meninggalkan desa, mereka khawatir dan tidak ingin ikut-ikutan terseret karena kedurhakaan laki-laki itu Allah menurunkan wahyuNya kedapa Musa AS, mengabarkan perihal di atas. Musa mendatangi lelaki itu dan juga turut mengusirnya dari desa tersebut. Laki-laki durhaka itupun angkat kaki dari desanya. Ia pindah ke desa lain, dekat desa tempat ia tinggal sebelumnya. Allah mewahyukan lagi kepada Musa dan Musa mengusir laki-laki itu dari desa tadi.

Akhirnya, laki-laki itu keluar lagi dari desa tersebut dan berjalan tak tentu arah. Ia kemudian memutuskan untuk pergi saja ke sebuah gurun gersang. Disana tidak ada orang tinggal, sehingga tidak mungkin ia diusir lagi dari situ. Ditempat ini, ia jatuh sakit, Ia tergeletak tak berdaya di atas pasir panas.

Penderitaan memang tak tertahankan lagi baginya. Ia mengeluh meratapi nasibnya itu.
"Wahai Tuhan!, andaikata aku dalam pangkuan ibu, maka pastilah ia menyayangiku, ia akan menangisi atas kehinaanku ini.

Andaikata ayahku di sisiku, pastilah ia akan menolongku, memandikanku, mengkafaniku. Andaikata istriku ada di sisiku, pastilah ia menangisi kepergianku.

Andaikata anak-anakku ada disini, pastilah mereka akan menangisi dibelakangku dan berdoa: ' Ya Allah, ampunilah orangtuaku yang asing, lemah,suka maksiat, fasik yang di usir dari satu tempat ke tempat lainnya, sehingga terdampat di gurun yang gersang ini. Ia mati menuju akhirat dalam keadaan putus asa kepada semuanya, kecuali kepada rahmat Allah'

Ya, Allah. Jika Engkau putuskan aku dari ibuku,anak-anakku,istriku, maka jangan Engkau putuskan aku dari rahmatMU. Hatiku terbakar karena berpisah dari mereka, maka jangn Engkau bakar aku dengan api MU karena maksiatku."

Allah kemudian mengirim bidadari-bidadari yang menyerupai ibunya, isterinya, dan anak-anaknya. Juga Allah mengirim malaikat yang menyerupai ayahnya. Mereka semua duduk mengelilingi laki-laki itu dan meratapinya. Lelaki itu menjadi tenang, karena seakan-akan ia dikelilingi oleh ibunya, isterinya, anak-anaknya dan ayahnya.

"Ya Allah. Jangan Engkau putuskan aku dari rahmatMu. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Kemudian, lelaki itu wafat dengan tenanya, Ia menghadap Allah dalam keadaan bersih karena dosannya terampuni. Allah menurunkan wahyu kepada Musa. "Hai Musa. Pergilah ke gurun. Disana ada salah seorang waliKU wafat. Mandikan, kafani, shalati dia"

Musa segera datang ketempat yang dimaksud. Betapa kagetnya ia menemukan orang yang disebut Allah sebagai waliNya itu
adalah lelaki yang ia usir justru atas suruhan Allah sendiri. Musa melihat ada bidadari di sisi mayat lelaki itu, sedang menangisinya.\

"Wahai Tuhan, Bukankah ini pemuda fasik yang kuusir atas perintahMU?"
"Benar, ya Musa. Aku merahmatinya. Aku ampuni dosanya karena keluhnya waktu sakit, yaitu karena perpisahaannya dengan kampung halamannya, orang tuanya, anak-anaknya dan isterinya. Kukirim bidadari yang menyerupai ibunya, dan malaikat yang menyerupai ayahnya. Juga karena rahmatKu, dimana ia telah terhina dalam keasingannya. Jika orang terasing mati, menangislah penghuni bumi dan langit karena rasa kasihan, Bagaimana aku tidak kasihan padanya? Aku adalah zat yang Maha Kasih Maha Sayang".
Baca selengkapnya
JUAL BELI YANG MENGUNTUNGKAN

JUAL BELI YANG MENGUNTUNGKAN

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sampurasun Sahabat E-4 ALL

Kita tahu bahwa para sahabat Rasulullah S.A.W adalah orang-orang yang telah membela dan banyak berkorban demi agama Islam yang agung ini. Mereka adalah sebaik-baik penolong untuk agama ini. Mereka juga sebaik-baik pejuang di jalannya. Hal ini terjadi pada mereka, karena mereka menjadikan ajaran Islam sebagai sebuah realita dalam perilaku mereka dan sebagai sesuatu yang begitu terasa di dalam hati mereka. Hingga hal itu men­jadi tabiat mereka dengan seikhlas-ikhlasnya dan berani membela agama ini walaupun harus membayar dengan harga yang mahal.
 
Islam mengajak mereka untuk hijrah. Dengan cepat mereka menyambut seruan itu; mening­galkan Mekkah walau hati mereka penih kerinduan kepadanya dan jiwa mereka dihiasi dengan kecintaan padanya. Mereka lebih mengutamakan aqidah dibanding tempat-tempat main mereka saat masih kanak-kanak, tempat yang penuh dengan kenangan indah.
Islam mengajak mereka untuk berjihad. Ternyata mereka adalah prajurit-prajurit tangguh yang tidak dihinggapi rasa takut. Mereka berhijrah karena Allah dan karena Rasul-Nya, dan mereka berhasil memberikan tauladan yang baik yang monumental dan indah dalam pengor­banan dan keimanan mereka yang sejati. Simaklah kisah berikut ini.

Ketika Shuhaib pergi menyusul Nabi S.A.W untuk berhijrah, ada beberapa orang quraisy yang membuntutinya. Mereka berkata kepada Shuhaib, "Dulu kau datang kepada kami dalam keadaan tidak punya apa-apa, kemudian kau hidup bersama kami dan mendapatkan harta yang banyak dan kau menjadi orang seperti sekarang ini. Tahu-tahu kau ingin keluar dengan membawa semua hartamu ? Demi Allah, hal itu tidak akan pernah terjadi." Lalu Shuhaib turun dari tunggangannya, dikeluarkannya anak panah dari tempatnya, seraya berkata, "Wahai kaum Quraisy, kalian sudah tahu bahwa aku termasuk orang paling pandai memanah diantara kalian. Demi Allah, kalian tidak akan menyentuhku kecuali akan aku bidik dengan semua anak panahku, kemudian aku akan menebas dengan pedangku ini selama dia berada ditanganku. Ayo lakukan apa yang kalian inginkan!" Akan tetapi Shuhaib setelah itu berkata, " Bagaimana bila aku tinggalkan semua hartaku untuk kalian, apakah kalian akan membiarkan aku pergi ?" Mereka menjawab, "Ya." Maka Shuhaib meninggalkan semua hartanya untuk mereka. 

Dan ketika sampai ke hadapan Rasulullah S.A.W , di Madinah beliau bersabda, "Telah beruntung perniagaanmu hai Abu Yahya. Telah beruntung perniagaanmu hai Abu Yahya." Dan turunlah firman Allah SWT, "Dan diantara manusia itu ada seorang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah." (QS. Al-Baqarah:207).
Baca selengkapnya

Thursday, 24 January 2013

VALENTINE DAY

VALENTINE DAY

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Bismillahirrohmanirrohim

Sahabat E-4 ALL semua mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah VALENTINE DAY. Valentine day yang jatuh pada tanggal 14 Februari sangat digandrungi remaja (bahkan remaja kolot juga, hehehehehe). Belive or No dihari itu orang mencoba menunjukkan cintanya dengan saling mengirim kartu kepada anggota keluarga atau orang-orang yang dikasihi. Yang dominan sich ucapan sayang ini ditujukan buat sang do’i alias pacar tea, hehehehe. Biasanya ungkapan kartunya sentimental berat, penuh rayuan gombal. bener gak!!!!!!!

Selain ngirim kartu, ada juga yang ngirim gift (hadiah), cupid (Boneka berbentuk anak kecil, kotak berhias kembang gula, gambar-gambar fantasi atau karangan bunga). And yang paling khas ngirim coklat berbentuk hati. Nggak cukup di sini, perayaan valentine day belum greng kalu nggak ngadain pesta dansa ria diiriingi lagu-lagu cinta.

Definisi
Untuk lebih meyakinkan lagi sahabat E-4 ALL bisa nemuin definisi hari valentine di tiga tempat

  1. Open your Encyclopedia Americana volume XIII, page 464, "The date of the modern celebration, February 14, is believe to derive the execution of a Christian martyr, Saint valentine, on February14, 270". Yang artinya : "Tanggal 14 Februari itu adalah perayaan modern yang berasal dari hari dihukum matinya seorang martir atawa pahlawan Kristen, yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 270 Masehi". 
  2. Kebet lagi Encyclopaedia Americana Volume XXVII halaman 860, "A day on wich lovers traditionally exchange affectionate messages and gifts. It observed on February 14, the date on wich Saint Valentine was martyred". Artinya: sebuah hari dimana orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14  Februari dimana santo Valentine mengalami martir (seseorang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan atawa keyakinan).
  3. Encyclopaedia Britannica Volume XIV hlaman 949. "The Saint Valentine who is spoken as the apposite Rhaetia and venerated in Passau as its first bishop….". "Santo Valentine yang disebutkan  itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama".

Sejarah Valentine day
Alkisah yang sangat lama kayaknya sahabat E-4 ALL pun belum lahir nie, hehehehe. di kota Roma pada abad ke-4 Sebelum Masehi, perayaan kasih sayang itu sudah ada. Tanggal dan bulannya tetap sama . Namun dulu perayaan tersebut bukan dinamakan hari valentine, karena perayaan hari kasih saying itu sebenarnya buat mengjhormati dewa mereka yang bernama Lupercus.

Acara yang berbentuk upacara itu diselingi penarikan undian dalam rangka mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang bertuliskan nama, para gadis mendapatkan pasangan lantas mereka menikah untuk jangka waktu setahun. Sesudah itu , mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, nereka menuliskan namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.

Kegiatan rutin seperti itu sudah dilakukan kurang lebih 800 tahun lamanya. Dan ketika Katolok mulai berkembang oada saat itu, para pemimpin gereja ingin turut andil dalam perayaan tersebut, sehingga untuk mensiasatinya, mereka mencari seorang SANTO (Orang suci untuk agama Katolik), sebagai pengganti dewa kasih sayang  Lupercus. Mereka menemukan calon pengganti Lupercus yaitu Santo Valentine, seorang uskup yang tewas sebagai martir sekitar 200 tahun sebelum masa itu. 

Alasan  untuk memilih Santo Valentine sebagai pengganti dewa Lupercus pada hari kasih sayang, memang nggak terlepas dari riwayat si Santo itu sendiri. Konon, ia dihukum mati Kaisat Claudius II karena melanggar dekritnya. Tahun 270, kekaisaran Roma memerlukan sejumlah tentara. Sang Kaisar megeluarkan dekrit yang melarang perkawinan. Sebab, dengan perkawinan, sang tentara dikuatirksn bakal nggak bersemangat dalam perang. Ia akan teringat terus keluarga yang ditinggalkan. Tapi uskup valentinea berusaha menolong pasangan yang sedang jatuh cinta dan ingin membentuk keluarga. Pasangan yang menikah lalu diberkati di tempat yang tersembunyi. Namun praktek itu akhirnya ketahuan juga. Lantas santo Valentine pun dihukum pancung.

Karena dasar itulah sang santo dipilih menggantikan kedudukan dewa kasih sayangnya orang Roma, Lupercus. Karena menurut mereka, peranan Uskup Valentine kepada sang pencinta amat benar.

Sesuai perkembangan, siasat pemimpiun gereja katolik itu nampaknya berhasil dengan sukses. Soalnya upacara kasih sayang tersebut jadi semacam rutinitas ritual yang bagi mereka kudu dirayakan. Dan untuk mencairkan kesan formalnya, mereka membungkusnya melalui hiburan-hiburan atau pesta-pesta yang pada saat itu nampaknya sudah amat sangat memprihatinkan. Karena dengan cara tersebut, banyak remaja-remaja yang terjebak pada pola perayaan awal hari kasih sayang. Seperti melakukan hubungan seks sesuka hatinya. Gonta-ganti pasangan semaunya. Semua yang mereka lakukan itu sebenarnya bukan lagi didasari oleh kasih sayang, akan tetapi hawa nafsu belaka.

Valentine dalam kacamata Islam

Sebagai generasi muslim yang intelek, kita harus kritis daslam melihat suatu pesoalan, nggak level dong k-lo cuma ikut-ikutan aja. First kita harus tahu dulu gimana agama memandangnya, apa sich untung  ruginya secar akal?. Termasuk tuk masalah yang satu ini, yuxs kita kupas with smart thingking.

Yang namanya cinta adalah fitrah dan anugerah yang diberikan Allah tuk manusia. Rasulullah  juga menganjurkan kita untuk memberikan cinta dan kasih sayangnya kepada sesama manusia. Hanya saja , pengertian cinta dan kasih sayang yang dianjurkan Rasulullah  bukan seperti perayaan hari valentinan yang cenderung memfokuskan cinta pada lawan jenis and cenderung mengumbar hawa nafsu. Akan tetapi kasih sayang yang esensinya lebih hakiki. Seperti kasih sayang kepada ortu, adik, kakak, isteri atau suami, en saudara sesama muslim. Nggak cuma segitu, kamu bahkan harus menyayangi hewan, tumbuh-tumbuhan dan lingkungan. Pokoke kasih sayang seorang  mulim tuh sungguh komplit!.

K-lo kita tarik garis lurus dari sejarah yang udah kita kupas tadi, sebenarnya valentinan itu merupakan bagian dari acara keagamaan umat nasrani. Bagi kita umat Islam, melibatkan simpati terhadap kegiatan dan perayaan agama lain dibatasi kedalamannya. Bahkan k-lo bersandar pada pedoman aqidah yang hakiki, kita musti tegas pada prinsip. Bagimu agamamu, bagiku agamaku (Coba buka Surat Al-kafiruun di Al-Qur’an).Dan inget  nih nasihat Rasulullah SAW buat kita-kita :
“Barang siapa meniru suatu kaum , maka ia termasuk kaum itu.” (HR. abu Daud, dan sanadnya diperkua ole Ibnu Taimiyah).

So, generasi muda muslim jelas menolak! Menolak bukan  berarti memusuhi, melecehkan atau mengucilkan. Bukan. Bagaimanapun Islam menekankan toleransi antar pemeluk beragama. Hanya bukan dengan dalih toleransi kita ikut merayakan kepercayan agama lain.Jadi, kita yang muslim nggak boleh turut ngeramein valentine?. K-lo kamu sangat menghargai nilai keimanan dan bercermin pada aqidah, mendingan nggak usah deh dipikirin. Lagian ngapaimn pula kasih sayang dipestain segala. Sebelum sang pastur Valentine dipenggal batang lehernya, ajaran Allah SWT from Adam AS to Muhammad SAW sudah mengutamakan konsep kasih sayang  dalam liku-liku syi’arnya. Kasih sayang akan tetap berpijar di nurani apabila tertanam apabila tertanam nawaitu yang ikhlas. Terpelihara selamanya. Jadi, bukan hanya ‘hidup’ atau ‘dihidupkan’ untuk satu hari saja. Yang divisualisasikan dengan bermacam-macam cara meriah yang cenderung hura-hura. Tak jarang perayaan valentine ini diselewengkan untuk hal-hal berbau negatif en maksiat. Eh, kesannya nih, sehabis bervalentine, kasih sayang yang semula diagungkan itu bakal terlupakan atau dilupakan. Wah, bukannya itu sebuah kamuflase? Sebuah kasih saying tanpa akar keikhlasan. Sayang sekalee…

And untuk masalah cinta ini nggak bakalan ada deh yang nandingin Rasulullah SAW. Why? Beliau tuh begitu mencintai kita sebagai umatnya dan ingin sekali melepaskan kita dari siksa abadi di neraka. Beliau rela berkorban apa saja untuk berda’wah menyelamatkam umatnya. Tulusnya kasih saying beliau kepad kita sampai diabadikan Allah dalam Al-Qur’an Surat At-taubah 128 : “Sesungguhnya telah dating kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sanat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Baca selengkapnya